Oleh | Dibuat | Dibaca 1.385 kali | 0 komentar

Kalau Anda langsung membuka jendela Facebook ketika tersambung dengan internet, atau sering kali mengecek update akun Facebook Anda di mana pun berada, bisa jadi Anda sudah tertular virus Facebook. Mengapa disebut virus, sebab jejaring sosial yang tercipta tak terhingga. Hingga akhirnya, membuat risiko ketergantungan semakin besar.

Saya saja merasa tak tahan jika sehari saja tak mengecek akun Facebook. Kalau tidak login di komputer pasti saya login lewat Facebook mobile. Sengaja biar bisa update Facebook dari mana aja, disamping itu juga ada tujuan sekedar chatting bersama teman-teman meski terkadang gak ada topik yang penting. Ya mungkin sudah kecanduan, apa boleh buat... susah bener decrease kebiasaan ini.

Kendati diluncurkan pada tahun 2004, Facebook mulai dikenal di Indonesia pada akhir 2006. Tepatnya, setelah semua orang dengan alamat e-mail apa pun bisa mendaftar di Facebook pada 11 September 2006. Banyak faktor yang menyebabkan Facebook makin digemari.

Pertama, karena aplikasinya bersifat terbuka. API (application programming interface) di Facebook dibuka, jadi semua orang bisa membuat dan menambahkan aplikasi yang ada di Facebook, dan enggak harus jadi programmer untuk melakukan itu.

Dengan konsep aplikasi terbuka, Facebook membebaskan penggunanya untuk menambah isi. Saat ini, sudah banyak content lokal yang bermunculan, seperti kuis "Seberapa Bandungkah Kamu?", "Jalur Bussyway", dan semacamnya. Dengan mudah, konten ini bisa diatur letaknya.

Konten seperti tag foto yang bisa dikomentari, juga makin banyak digandrungi. Hingga kemudian, muncul istilah tagging yang semakin populer. Facebook juga menggabungkan konsep chatting dan microbloging ke dalam fiturnya.

Selain itu, gaya dan tampilan Facebook yang sederhana juga menjadi pemikat. Tampilan yang mayoritas didominasi oleh warna putih, biru, dan abu-abu, menjadikan Facebook lebih elegan. Makanya pengguna Facebook juga tersebar. Mulai dari anak muda sampai orang tua. Soalnya desainnya lebih universal.

Jika dibandingkan dengan Friendster, Facebook masih memiliki banyak keunggulan. Secara desain, Friendster memang lebih berwarna. Pengguna bisa dengan bebas menggunakan theme pilihannya. Namun rupanya, hal tersebut justru menjadi bumerang tersendiri. Banyak orang berusia mature (dewasa) yang hengkang dari Friendster, tapi pasar Friendster tetap masih ada. Anak SMP dan SMA juga masih banyak koq yang pakai Friendster. Update: Friendster sekarang sudah tidak lagi dijadikan sebagai jejaring sosil seperti dulu.

Layout Facebook sendiri, hanya mengalami pergantian sebanyak dua kali. Saat pertama kali muncul dulu, layout vertikal diterapkan tak berbatas. Semua aplikasi dipasang secara vertikal. Namun kini, model kategorisasi mulai diterapkan, sehingga lebih rapi.

Lebih daripada itu, kini situs web pertemanan seperti Facebook, sudah menerapkan model web 3.0 sebagai sarana penghubung antarsitus web. Sekarang bukan hanya web 2.0 saja yang booming, tetapi eranya sudah web 3.0. Dengan web 3.0, pengguna hanya perlu log in dari satu situs web, untuk kemudian diteruskan pada situs web lain. Misalnya, seseorang bisa sekaligus memperbarui status tag di twitter, dan secara otomatis berlanjut ke Facebook. Tak perlu lagi memperbarui lewat semua situs web.

Keunggulan Facebook yang lain, adalah memiliki bisnis model yang jelas. Bisnis model pada Facebook justru adalah aplikasi itu sendiri. Bisnis model yang paling jelas adalah pada pemberian gift. Sekarang banyak orang-orang yang memberikan gift melalui kartu kredit lewat Facebook. Itu dijadikan sarana berjualan. Selain itu, pada aplikasi donasi. Pemilik Facebook bisa memutar uang sementara, sampai donasi itu dibutuhkan.

Dengan adanya banyak keunggulan tersebut, tak heran rasanya jika Facebook disebut-sebut sebagai era baru situs web pertemanan. Dengan demikian pertanyaan, "Hari gini kok enggak punya Facebook, sih?" kerap dilontarkan. Lalu, bagaimana dengan Anda? Tapi sebenarnya jawaban tetap dikembalikan kepada individu masing-masing... tergantung untuk tujuan apa menggunakan facebook itu sendiri.

IBX5A4393D5E2AD7