Oleh | Dibuat | Dibaca 1.273 kali | 0 komentar

Guru mempunyai peranan amat penting dalam keseluruhan upaya pendidikan. Bimbingan merupakan bagian terpadu dari keseluruhan upaya pendidikan yang dilakukan agar anak dapat mencapai hasil kegiatan yang optimal. Hal ini dapat diupayakan melalui peningkatan kualifikasi pendidikan, kinerja profesionalisme guru, tentunya diiringi dengan kesejahteraan bagi guru dan pemberian penghargaan.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, menyatakan guru adalah pendidik profesional. Terkait dengan makna profesionalisme maka guru harus merefleksikan kamampuan dan kesiapan untuk melaksanakan seluruh tugas profesional guru yang mensyaratkan adanya kepribadian yang menjadi teladan, menguasai ilmu keguruan dan memahami materi pelajaran.

Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru melainkan oleh intake (siswa), sarana, dan faktor-faktor eksternal lainnya, sesuai dengan pendekatan pembelajaran holistik, pembelajaran sebagai proses terpadu memungkinkan adanya hubungan antara sekolah dan orang tua. Guru dan orang tua sama-sama memandang pentingnya pengembangan potensi anak secara optimal.
Siswa dapat berhasil dalam pendidikan apabila proses pendidikannya itu berlangsung terus menerus baik di sekolah maupun di dalam keluarga. Tetapi pada akhirnya tidak terlepas pada kompetensi yang dimiliki setiap guru dalam proses pembelajaran.

Upaya guru terhadap pembimbingan siswa harus didasari hati yang ikhlas, rela berkorban, tanpa pamrih, apapun hasil yang diperoleh, guru harus tetap menghargai usaha siswa baik belum berhasil apalagi jika berhasil, semua harus dijadikan proses pembelajaran agar tidak cepat puas dengan hasil yang sudah diperoleh.

Permediknas Nomor 18 Tahun 2007 menyatakan bahwa sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik. Uji kompetensi tersebut dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio, yang merupakan pengakuan atas pengalaman profesional guru dalam bentuk penilaian terhadap kumpulan dokumen yang mencerminkan kompetensi guru. Salah satu komponen penilaian portofolio yaitu prestasi akademik.

Guru yang melakukan pembimbingan terhadap siswa dalam berbagai lomba baik memperoleh juara maupun tidak, dihargai minimal tingkat kecamatan. Hal ini merupakan angin segar bagi para guru yang selalu melakukan pembimbingan terhadap siswa-siswinya.

Namun demikian tidak sedikit guru yang sudah melakukan pembimbingan, tidak mempunyai bukti fisik, hal ini mungkin kurangnya apresiasi di lingkungan tenaga kependidikan itu sendiri, atau mungkin masih melekatnya anggapan

IBX5A4393D5E2AD7