Oleh | Dibuat | Dibaca 34.542 kali | 0 komentar

Salah satu istirahat yang paling penting dalam hidup adalah tidur. Ada sebuah penelitian mengatakan bahwa manusia yang tidak tidur berhari-hari akan meninggal lebih cepat daripada yang kelaparan. Menakutkan bukan? Pihak kedokteran Universitas California, San Diego mengemukakan bahwa manusia yang mempunyai umur paling panjang membutuhkan tidur 6 hingga 7 jam semalam. Selain itu, pada malam hari merupakan masa paling aktif untuk organ-organ tubuh manusia, dan lagipula kerja organ-organ tersebut hanya aktif pada jam-jam tertentu, antara lain:

  • Pada Malam hari pukul 9 - 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening).Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik atau tidur.

  • Malam hari pk 11 - dini hari pk 1 : saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

  • Dini hari pukul 1 - 3 : proses detoxin pada bagian empedu, juga berlangsung optimal dalam kondisi tidur.

  • Dini hari pukul 3 - 5 : detoxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (detoxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

  • Pagi pukul 5 - 7 : de-toxin di bagian usus besar,harus buang air kecil.

  • Pagi pukul 7 - 9 : adalah waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, jadi harus sarapan. Bagi orang yang sakit sebaiknya sarapan lebih pagi yaitu sebelum pukul 6:30. Bagi mereka yang tidak jarang atau tidak pernah sarapan sebaiknya merubah kebiasaannya ini, sebab masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pukul 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Ini menunjukkan bahwa selain tidur dengan jumlah waktu yang cukup, tidur tepat waktu juga sangat penting. Dengan melewati jam-jam biologis tersebut, seseorang telah dikategorikan begadang. Itu juga berarti menghambat kerja organ tubuh yang penting. Tentu saja lama-kelamaan tubuh akan sakit. Oleh karena itu, selain tidur yang cukup, juga perlu diperhatikan tidur tepat waktu.

Salah satu dampak yang paling jelas dari begadang adalah kelelahan akibat kurang tidur. Selain itu, jam-jam penting bagi tubuh melakukan metabolisme juga menjadi terganggu. Beberapa efek dari kurang tidur, antara lain:

Pemicu Diabetes

Sebuah studi di Universitas Chicago menunjukkan bahkan kurang tidur dapat mengganggu fungsi tubuh untuk memproduksi glukosa, yang akan memicu pada timbulnya diabetes tahap awal.

Mempengaruhi Otak

Kekurangan tidur dapat mempengaruhi kerja otak. Sebuah studi di UCSD Sekolah Obat-obatan dan Sistem Pengobatan Maju di San Diego, dengan menggunakan teknologi imaging gelombang magnetis untuk memantau kerja otak dalam keadaan kurang tidur, menunjukkan bahwa otak bagian cortex frontal menunjukkan aktifitas yang lebih banyak. Meskipun demikian, kinerja memori menurun sangat drastis pada kondisi ini. Penelitian pada hewan dalam keadaan kurang tidur juga menunjukkan penigkatan dalam produksi hormon stress, yang bisa saja menghambat regenerasi sel pada otak prang dewasa.

Beberapa kejadian serangan syaraf yang berdampak kematian terjadi karena sang korban kurang atau bahkan tidak pernah tidur malam. Pernah seorang supir meninggal dunia pada umur 32 karena tidak pernah tidur malam selama kehidupan bekerjanya, padahal ia orang yang menjaga kesehatan, tidak memiliki penyakit, dan kuat.

Mempengaruhi Pertumbuhan

Pertumbuhan tulang paling maksimal adalah pada saat tidur lelap di malam hari. Bila tidak terpenuhi, otomatis mengganggu pertumbuhan tubuh. Ini dikarenakan regenerasi pada sel-sel tulang menjadi terhambat akibat masih terjaga pada jam aktifnya.

Pemicu Obesitas

Apa sih akan Anda lakukan bila masih terjaga pada saat tengah malam? Tentu saja akan ada rasa lapar. Dengan demikian, Anda telah melebihi porsi makan Anda perhari dengan manambah porsi makan pada waktu begadang. Secara ilmiah, pada keadaan tubuh yang kurang tidur, terjadi gangguan pada hormon yang mengatur metabolisme glukosa yang nantinya akan mempengaruhi nafsu makan. Selain itu, saluran pencernaan pada saat malam hari tidak bergitu aktif untuk mencerna makanan kita, sehingga akan terjadi penumpukan. Asosiasi antara kurang tidur dan kegemukan muncul paling banyak pada usia remaja.

Suatu Bentuk Penyiksaan

Kurang tidur juga merupakan suatu bentuk penyiksaan. Cara ini pernah digunakan untuk menginterogasi orang lain. Korban dibuat terjaga selama beberapa hari, kemudian diijinkan tidur, dan kemudian dibangunkan paksa dengan tiba-tiba dan diinterogasi. Nicole Bieske, seorang pembicara dari Badan Amnesti Internasional Australia mengatakan bahwa, "Setidaknya, kekurangan tidur sangatlah kejam dan tidak berperikemanusiaan."

IBX5A4393D5E2AD7