Oleh | Dibuat | Dibaca 1.752 kali | 0 komentar

Jembatan SuramaduPasca peresmian Jembatan Nasional Suramadu, ribuan pengendara sepeda motor menyerbu jalur sepeda motor Jembatan Nasional Suramadu dari arah Bangkalan. Tidak hanya melintasi, mereka juga bahkan berhenti di beberapa titik hanya untuk sekedar mengambil foto untuk menyaksikan dan mengabadikan event tersebut atau hanya sekedar berjalan merasakan bagaimana rasanya menapaki jembatan baru tersebut.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan sejak hari Rabu (10/06) jumlah mereka semakin banyak seiring dengan semakin sedikitnya tamu yang tersisa di tenda upacara peresmian di Kecamatan Labang, Bangkalan. Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura ini diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan sepanjang 5,4 kilometer ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia dengan menelan dana hampir Rp 5 triliun. Dengan adanya Suramadu, konsep tata ruang ini juga akan diubah. Selanjutnya Suramadu akan terintegrasi dengan tol Trans Jawa serta tol Simpang Susun, Waru, Juanda, dan Tanjung Perak. Tidak ada satupun pihak yang berwenang dari operator Jembatan Suramadu yang berusaha menghentikan mereka dari sisi Madura.

Selain ada yang bersepeda motor, ada juga beberapa orang yang rela jalan kaki berpanas-panas ria menyusuri jembatan sepanjang 5,4 km itu dari sisi Madura menuju Surabaya (wuih... hebat). Pengendara sendiri, jarang yang mengenakan helm, bahkan sebagian dari mereka mengenakan topi. Padahal, akibat kencangnya angin laut, tak jarang membuat topi para pengendara melayang dan hilang.

Sementara itu di sisi Surabaya, ratusan sepeda motor tampak menyemut di pintu tol Tambak Wedi. Mereka tidak bisa masuk ke jembatan ini karena pintu tolnya masih ditutup.

Di sisi lainnya di kaki Suramadu bagian Surabaya, antusias warga juga terlihat di bawah jembatan. Suasananya terlihat seperti pasar kaget dengan banyak pedagang yang berjualan di sana. Sementara itu perahu-perahu nelayan di sisi Surabaya dan Madura tampak dihiasi dengan bendera-bendera berwarna-warni.

Sementara itu, pemerintah menetapkan tarif penyeberangan melalui jembatan Suramadu sebesar Rp 3.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 30 ribu untuk kendaraan roda empat. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan pembangunan jemabatan itu menelan biaya hampir Rp 5 triliun, di mana sebagiannya dibiayai Pemerintah Cina. Dengan adanya jembatan Suramadu, kata Djoko, konsep Tri Nusa Bima Sakti, yaitu konsep yang menghubungkan Sumatera, Jawa, Madura, dan Bali sudah berjalan.

IBX5A4393D5E2AD7