Oleh | Dibuat | Dibaca 1.382 kali | 0 komentar

Kabar terkini yang mengawali bulan Juni ini tersirat kabar bahwa Israel menyerang kapal yang membawa bantuan untuk Gaza. Sungguh, ini adalah kabar yang kurang sedap untuk didengar. Militer Israel mengatakan angkatan lautnya telah mencegat sebuah konvoi bantuan yang membawa ratusan aktivis pro-Palestina ke Jalur Gaza, dan menewaskan lebih dari 10 aktivis. Kapal yang diserang Israel tersebut membawa aktifis kemanusiaan dan beberapa orang pejabat negara yang ingin menyalurkan bantuan ke gaza. Dalam penyerangan tersebut, israel juga menggunakan serangan udara yaitu helikopter yang mengawasi ketika tentara israel memasuki kapal yang membawa bantuan kemanusiaan tersebut.

Saluran satelit al-Jazeera melaporkan melalui telepon Senin pagi dari kapal Turki Mavi Marmara bahwa pasukan angkatan laut Israel menembaki kapal dan naik ke kapal itu serta melukai kapten kapal. Jaringan Turki NTV juga melaporkan pengambilalihan Israel dengan tembakan dan korban.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk operasi Israel tersebut dan menyebutnya sebagai "pembunuhan massal". Departemen Luar Negeri Turki mengatakan razia tersebut "tidak bisa diterima" dan mengingatkan Israel bahwa mereka akan menghadapi konsekuensinya.

Kapal pengangkut bantuan Gaza yang bertolak dari Turki itu adalah konvoi bantuan kemanusiaan ketiga dari seluruh dunia untuk kepedulian terhadap Palestina. Konvoi ini juga berupaya menjebol aksi blokade yang diterapkan Zionis Israel terhadap kawasan jalur Gaza.

Pasca kejadian itu, masyaakat dunia secara otomatis mengecam Israel. Bagaimana tidak, bantuan yang ditujukan untuk membantu negara yang sedang membutuhkan bantuan itu dihadang. Wajar saja kalau warga dunia mengecam dan mengutuk perlakuan Zionis Israel itu. Berbagai aksipun serentak dilakukan di berbagai tempat. Begitu juga melalui berbagai media seperti internet, salah satunya Facebook. Bahkan saya menemukan tulisan seperti ini di jejaring sosial Facebook "Jika anda bertemu dengan org israel maka bunuhlah dia dan jika anda melihat sinagog maka bakarlah, sesungguhnya tidak ada lagi perdamaian antara kami dan yahudi sampai hari kiamat tiba, perangi mereka karena mereka telah memerangi kalian dan merampas hak kalian. Wahai saudaraku Palestina bersabarlah sungguh Allah telah... mengujimu sebagaimana Allah menguji orang-orang sebelum kamu. Allah akan memenangkan ummatnya meskipun orang kafir itu benci..."

Wahai sahabat-sahabat marilah sama-sama kita berdoa agar misi Lifeline bantuankemanusiaan Gaza di atas kapal Mavi Marmara akan selamat sampai ke destinasinya yaitu Palestina. Jangan biarkan darah yang gugur di bumi Al-Aqsa menjadi hujah menentang kita di hadapan Allah atas kelalaian, kemalasan dan kejumudan amalan-amalan kita.. Amiin.

Presiden SBY pun meminta Israel mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya menembaki kapal Mavi Marmara di sekitar perairan Gaza itu.

IBX5A4393D5E2AD7