Oleh | Dibuat | Dibaca 1.411 kali | 0 komentar

Alhamdulilllah ya sudah mau tahun baru lagi nih. Usia adalah rahasia Allah, dan waktu adalah diberikan Allah swt kpada kita dan disinilah penilaian terhadap manusia bisa dilihat secara kasat mata. Ya tahun 1433 H akan meninggalkan kita, dan tahun 1434 H akan segera datang menyapa. Datangnya tahun yang baru, sesungguhnya adalah momentum berharga bagi kita. Bukan sekedar mengingatkan bahwa kita telah melewati rentang masa tertentu yang juga mengurangi kuota usia kita, tetapi juga membawa kesempatan untuk melakukan perubahan.

Pergantian tahun baru hijriyah sendiri sesungguhnya mengingatkan kita akan sejarah perjuangan dan pengorbanan, sekaligus memberikan spirit baru bagi kita untuk berhijrah. Untuk menjadi lebih baik. Untuk menciptakan sejarah! Bagaimana sejarah masa khilafah Islam yang begitu padat makna untuk kita petik dan coba bandingkan dengan sekarang sejauh apa yang bisa kita nilai.

Dalam Al Quran surat Al Ashr ayat 1 dan 2 sudah jelas-jelas dinyatakan:

وَالْعَصْرِ. اِنَّالْاِنْسَانَ لَفْرٍخُسْرٍ

Artinya:
1. demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

Allah swt bersumpah dengan al 'ashr yang bermakna waktu, zaman atau masa. Pada zaman/masa itulah terjadinya amal perbuatan manusia yang baik ataupun yang buruk. Jika waktu atau zaman itu digunakan untuk amal kebajikan maka itulah jalan terbaik yang akan menghasilkan kebaikan pula. Sebaliknya jika digunakan untuk kejelekan maka tidak ada yang dihasilkan kecuali kerugian dan kecelakaan. Rasulullah saw bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌمِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

"Dua kenikmatan yang kebanyakan orang lalai di dalamnya; kesehatan, dan waktu senggang"
(HR. At Tirmidzi no. 2304, dari shahabat Abdullah bin Abbas)

Di ayat kedua, lafazh al insan pada ayat di atas secara kaidah tata bahasa Arab mencakup keumuman manusia tanpa terkecuali. Allah swt tidak memandang agama, jenis kelamin, status, martabat, dan jabatan, melainkan Allah swt mengabarkan bahwa semua manusia itu dalam keadaan celaka kecuali yang memilki empat sifat yang terdapat pada kelanjutan ayat tersebut.

Kerugian yang dimaksud dalam ayat ini bermacam-macam, bisa kerugian yang bersifat mutlak, seperti keadaan orang yang merugi di dunia dan di akhirat, yang dia kehilangan kenikmatan dan diancam dengan balasan di dalam neraka jahim. Dan bisa juga kerugian tersebut menimpa seseorang akan tetapi tidak mutlak hanya sebagian saja. (Taisir Karimirrahman, karya Asy Syaikh Abdurrahman As Sa'di)

Empat sifat yang dimaksud di atas adalah (lihat ayat ke-3):
1. Keimanan
2. Beramal shalih
3. Saling menasehati dalam kebenaran
4. Saling menasehati dalam kesabaran

Nah biasanya kalo memasuki tahun baru kita biasanya suka ada bikin resolusi gitu deh, nah idealnya sih mencakup semua peran kita baik sebagai individu, peran dalam keluarga, peran dalam pekerjaan/bisnis, peran dalam organisasi/jamaah, dan sebagainya. Bebrapa yang perlu diperhatikan adalah

  1. Dimana kelemahan aqidah kita
  2. Evaluasi intensitas dan kualitas ibadah, akhlak,wawasan,dll dari kita, apa dan mana saja yang kurang baik
  3. Evaluasi juga kemanfaatan diri kita dalam berbagai peran. Untuk yang satu ini, ia terkait dengan peran kita berikutnya, baik sebagai remaja, ayah/ibu bagi anak-anak kita, suami bagi istrinya, peran dalam lingkup masyarakat, pekerjaan/bisnis kita, dan juga amanah dalam organisasi/jamaah dan amanah publik.

Memasuki tahun baru hijriyah ini, mari kita songsong dengan penuh optimisme tahun baru 1434 hijriyah dengan hijrah. Dengan perubahan, dengan perbaikan. Wallohualam

IBX5A4393D5E2AD7