Oleh | Dibuat | Dibaca 1.739 kali | 1 komentar

Kembali saya menulis artikel mengenai facebook, namun kali ini akan sedikit saya bahas mengenai akibat dari facebook-an itu sendiri, salah satu yang akan saya bahas adalah kurang bahagia dalam hubungan. Ide pembuatan artikel kali ini adalah dari perhatian saya selama facebookan ketika saya lagi tiduran di kamar sendirian sembari menunggu waktu tidur :D

Kita mulai saja tulisan kali ini. Kalo diperhatikan dari celah maupun penyebabnya ada beberapa peluang dan penyebab. Beberapa diantaranya akan saya coba sedikit membahasnya.

1. Terlalu Banyak Teman

Ada yang bilang banyak teman di facebook menunjukkan popularitas seseorang, namun tak sedikit juga yang berbeda pandangan akan hal ini. Soal popularitas ya saya setuju, buktinya kan udah jelas jumlah teman yang membengkak. Namun, yang harus kita perhatikan ketika mempunyai banyak teman di facebook adalah siapa mereka dan untuk apa? Temen-temen harus punya alasan kenapa jumlah teman di facebook begitu membengkak. Bila jawabannya mereka adalah teman-teman saya dan saya bereman bereka agar supaya tetap bisa berkomunikasi, layak temen-teman untuk bertenang hati, naum ketika bingung menjawab apa harap berhati-hatilah dalam facebook-an. Kenapa saya berkata demikian? Saya mencoba meneliti aktivitas beberapa teman juga melihat cerita blogger lain tentang banyak teman facebook, rata-rata mempunyai pandangan hampir sama dengan saya. Apakah itu?

Mereka-mereka yang mempunyai banyak teman akan melakukan beberapa aktivitas yang rutin dilakukan secara berulang kali. Adapun aktivitas tersebut diantaranya mengganti foto profil, update status, agresif dalam membalas komentar juga like. Lantas apa hubungannya dengan mengganggu kebahagiaan dalam hubungan? Jawabannya cukup sederhana. Kerenggangan hubungan terjadi dengan dmulainya kesibukan dalam beraktivitas di facebook. Seseorang yang punya banyak teman akan lebih sering mengecek statusnya, apa ada yang komen atau like. Ketika ada komentar atau like masuk dia akan membalasnya. Ini terjadi secara terus menerus sampai lama kelamaan waktu yang dimilikinya akan habis tersita. Padahal hal tersebut belum tentu sesuatu yang penting :p

2. Narsistik, Obsesi Self Image dan Pertemanan Semu

Pertemanan semu ini masih ada kaitannya dengan point pertama di atas, namun pertemanan semu tidak selalu menimpa mereka-mereka yang punya banyak teman di facebook, yang sedikit temanpun bisa terkena hal ini. Apakah yang dimaksud pertemanan semu di sini? Yang saya maksud di sini adalah di facebook kita berteman dengan orang-orang yang tidak terlalu kenal, bahkan sama sekali tidak mengenalnya. Tapi kita lebih senang menghabiskan waktu untuk terus berinteraksi dengan mereka. Memang tidak salah mencari teman baru, namun kita hendaknya harus tau dulu kenapa dan bagaimana tujuan kita berteman. Niatkanlah berteman yang baik dan jaga waktu, jangan sampai rela menghabiskan waktu demi orang yang baru kenal dan membiarkan orang dekat, apa lagi orang tersayang terabaikan.

Berikutnya adalah narsistik dan self image. Sifat ini juga perlu diperhatikan, jangan sampai dibiarkan secara terus menerus. Biasanya orang yang memiliki sifat narsistik ini selalu butuh perhatian yang terus terusan. Hal lain yang sering dilakukannya adalah suka mengatakan sesuatu yang heboh hingga kemudian terlalu membuka diri dimana pada akhirnya kebablasan, lupa apa yang sebenarnya dia lakukan itu membawa manfaat untuk dirinya atau tidak. Parahnya lagi dia tidak bisa menerima apa yang dilakukan orang lain ketika tidak sepaham atau sedikit 'melangkahi' alias merasa sudah sempurna o.O

3. Tertekan

Orang yang terlalu banyak menghabiskan waktu di facebook akan ada perasaan tertekan meski kadarnya tidak terlalu besar, namun bila terus menerus akan berdampak juga terhadap dirinya. Salah satu contoh kecilnya adalah ketika melihat orang lain mengupload foto bernuansa gembira. Namun kadang yang bikin aneh adalah perasaan tersebut muncul meskipun dia tidak mengenal siapa yang ada di foto yang dilihatnya itu. Perasaan ini kemudian mengakar pada dirinya hingga akhirnya muncullah perasaan iri tersebut. Ini akan jadi parah ketika perasaan itu bergejolak namun enggan untuk berbuat misalnya mengungkapkan pada pasangan.

4. Kurangnya Bersosialisasi

Hubungan khusus bisa dikatakan baik dan harmonis bila memiliki kualitas hubungan komunikasi yang baik pula. Banyaknya waktu yang dihabiskan untuk facebook-an merupakan awal dari pengikisan sosialisme untuk mejaga rasa sosial ini. Waktu yang sering dihabiskan dengan facebookan lama kelamaan akan mencapai titik puncak, yakni lupa akan keadaan sekitarnya, termasuk orang terdekatnya bahkan orang yang paling dekat atau orang yang disayangi.

Berangkat dari beberapa point di atas, saya berupaya berpesan khususnya buat saya pribadi juga temen-temen yang setuju dengan apa yang saya sampaikan ini agar berhati-hati dalam facebook-an. Facebook-an tidak dilarang, hanya saja kita harus tau waktu dan kondisi. Jangan sampai dengan facebokan malah jadi ada masalah lain, dalam hal ini kebahagiaan dalam hubungan.

IBX5A4393D5E2AD7