Oleh | Dibuat | Dibaca 2.059 kali | 0 komentar

Pagi tadi saya berangkat kerja berangkat jam 6.30 menggunakan motor. Sepeti biasa, jalur yang saya tahu adalah melalui Jalan Soekarno Hatta Bandung. O iya kali ini saya berangkat kerja pake motor gak biasanya, karena biasanya menggunakan jasa angukan kereta api yang mulai naik dari Stasiun Rancaekek dan turun di Stasiun Ciroyom. Hal ini saya lakukan karena selama Ramadhan ini pulang kerja saya dipercepat menjadi jam 15.00.

Oke langsung saja. Posting kali ini mungkin isinya adalah curhatan pribadi saya tapi saya pikir sahabat AJN juga sepertinya perlu juga untuk tahu :D. Jadi sepanjang perjalanan itu lumayan macet banget, dan saya pribadi baru menyadari kali hari ini adalah hari pertama tahun ajaran baru. Dalam hati saya berkata: ah pantesan macet banget, sekarang kan tahun ajaran baru, banyak siswa baru yang dianter orang tuanya.

Hal paling membuat saya tercengang di sepanjang jalan saat macet adalah banyaknya pengendara motor yang dengan enaknya menaiki trotoar. Memang ini bukan pengalaman pertama saya melihat, kalo dihitung ini keempat atau lima kalinya. Ya baru sekitar empat atau lima kali karena saya pribadi males untuk menggunakan motor berangkat kerja karena perhitungan jarak tempuh, waktu dan konsentrasi juga kenyamanan. Saya tidak habis pikir aja kenapa masih bahkan selalu aja ada orang yang dengan leluasa menaiki trotoar. Dalam benak saya berpikir, pasti ini orang ingin segera cepat sampai daripada lama kejebak macet. Untuk alasan ini saya kira ya wajar lah, masuk akal. Tapi alangkah baiknya kalo apa yang akan kita lakukan itu diperhitungkan dulu. Saya sempat melihat seorang Bapak yang lagi bonceng anaknya ketika posisi berada di jalan sekitaran Gedebage dan anaknya menunjuk ke trotoar yang dilalui 3 motor. Saya sempat melihat bapak itu menggelengkan kepala dan terdengar agak suara pelan kepada anaknya: "Buat apa nak, itu kan bukan jalur motor". Ya saya sangat setuju dengan bapak ini, patut dicontoh itu :).

Setau saya, motor naik trotoar itu melanggar aturan (entah aturan dari kepolisian maupun norma lainnya, saya tidak tau itu pelanggaran UU nomor berapa). Beberapa alasan logis utamanya dapat saya simpulkan seperti ini:

  • Trotoar bukanlah jalur yang diperuntukkan untuk kendaraan bermotor, tapi khusus untuk para pejalan kaki. Nah, jelas dong udah melanggar
  • Motor menaiki trotoar mengganggu kenyamanan orang lain. Ya meskipun trotoar dalam keadaan kosong buat apa memaksakan diri menaiki trotoar. Kasian kan kalo ada pejalan kaki harus minggir mepet selokan karena ada motor yang berlawanan arah mau lewat? Dan ini beneran terjadi dan udah saya saksikan sendiri

Tulisan ini saya maksudkan yang pada intinya mengingatkan diri saya pribadi, juga mengajak teman-teman sahabat AJN semua agar supaya selalu berhati-hati di jalan dan menggunakan fasilitas umum selayaknya. Untuk apa ada aturan kalo tidak dijalankan. Aturan kan tidak akan pernah berjalan jika tidak dimulai dari diri kita, betul tidak? Ya saya nulis begini juga bukan kayaknya, tapi ya di hari yang telah lalu sepertinya pernah melakukan pelanggaran ini. Maka dari itu tadi saya katakan mengingatkan diri saya pribadi, dan soal mengajak karena saya pernah menyaksikannya, yakni tadi pagi.

Menutup posting ini, saya hanya bilang ngantuk, karena baru liat jam ternyata udah jam 9 malam, hahaa. Oke deh, kesimpulannya mungkin begini:
Utamakan keselamatan, bukan 'kecepatan'.
Kalo melihat fakta di lapangan terkesan kebalik. Yang saya makdsud kecepatan disini ada 2 arti: cepat dalam arti waktu tempuh dan cepat dalam arti jarak tempuh. Makanya trotoarpun diembat sajah, dipake jalan, hehehe hehe. Oya buat Dinas Pekerjaan Umum, mungkin lain kali trotoar jangan disejajarkan dengan jalan biar gak dipake motor lagi :D Oke, singkatnya saya pribadi berharap ketika suatu hari nanti saya melakukan itu minimal saya ingat dengan tulisan curhatan saya ini yang pada akhirnya melahirkan perasaan takut dan enggan melakukannya lagi. Wallohualam, semoga bermanfaat

IBX5A4393D5E2AD7